Latar Belakang
Pendidikan yang Tidak Merata. Di satu sisi sebagian masyarakat berlomba-lomba untuk menempuh pendidikan ke jenjang yang tertinggi. Namun di sisi lain sebagian besar masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan dasar saja tidak mampu karena keterbatasan biaya.
Pendidikan Bukan Hal yang Utama bagi Masyarakat Menengah ke bawah. Masyarakat dengan tingkat ekonomi ke bawah lebih mementingkan pemenuhan kebutuhan pangan daripada melanjutkan pendidikan. Hal ini bukan hanya disebabkan karena kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, tetapi juga lagi-lagi karena keterbatasan biaya.
Banyak Anak Putus Sekolah. Dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seringkali kita jumpai anak usia sekolah disuruh untuk mencari nafkah, sehingga mengurangi semangat belajarnya yang pada akhirnya mengakibatkan anak putus sekolah.
Anak Jalanan yang ”Dieksploitasi”. Anak yang seharusnya merasakan kesenangan bersama teman sebayanya untuk bermain dan belajar, oleh oknum-oknum tertentu dimanfaatkan untuk mengemis, ngamen, dan sebagainya.
Pendangkalan Aqidah melalui ekonomi karena masyarakat tidak mempunyai ilmu. Seringkali kita mendengar ada sebagian masyarakat yang rela mengorbankan aqidah dan keyakinannya dalam beragama hanya untuk 1 karung beras, 1 dus Mie Instant, atau uang beberapa ratus ribu.
Fasilitas Belajar yang Mahal, tidak terjangkau oleh kaum dhuafa. Tingginya biaya pendidikan dan sarana penunjangnya seperti buku tulis dan buku pelajaran mengakibatkan kaum dhuafa hanya bisa mengurut dada menahan keinginan untuk melanjutkan sekolah.
Comments»
No comments yet — be the first.